Menikah itu…

Hai kamu..

Ya, kamu. Siapa pun kamu. Sampai saat ini aku sangat penasaran siapa kamu. Pertemuan dengan mu sungguh sangat ku nantikan. Aku tidak tahu, apakah kita sudah bertemu sebelumnya atau malah belum sama sekali. Ya, aku gak tahu.

Kamu tahu, perjalanan pencaharian cinta ku sungguh sangat panjang, menurut ku. Mungkin kaum hawa lainnya ada yang seperti aku atau malah jauh lebih panjang. Wallahu’alam..

Saat ini aku masih menerka-nerka loh siapa kamu.

Beneran deh.

Aku dua kali mengenyam pendidikan di bangku kuliah. 2011 sampai 2014 aku menamatkan di Bogor, yang kemudian diselingi dengan nyari penghasilan di perusahaan orang lain, hingga akhirnya melanjutkan kuliah lagi di Purwokerto sejak tahun 2016. Kamu tahu, disela-sela kesibukan ku di kampus, tempat kerja, dan kampus lagi, kadang aku mikirin kamu loh.

Kamuuu.. iya kamuuu..

Yang wujudnya belum jelas..

(Bukan jin loh ya, Nauudzubillah)

Mikirin, kapan ya kita jumpa. Kira-kira kamu orangnya berkacamata seperti yang ku suka gak ya. Kamu aktif di organisasi seperti aku gak ya. Kamu ganteng gak ya. Kamu rajin ke masjid gak ya.

(Semua itu pake tanda tanya besar)

Mas, kamu itu sudah aku siapin tanda tanya loh. Kamu gak mau kan makin banyak tanda tanyanya?. Makanya, segera nongol.

(Husshh.. ngawur kamu, Din)

***

Itu tadi sedikit prolog dari tulisan ku kali ini.

***

Menikah itu…..

Kadang kalau ditanya atau mendengar kata ‘menikah’, sering kali teringat iklan suatu produk kecantikan yang salah satu bintang iklannya ceritanya akan dijodohkan oleh kedua orangtuanya, kemudian si anak mikir di belakang sambil bilang ”nikah dulu atau S2 dulu yaa”, kemudian jawaban si perempuan yang ditanyai itu seperti ini kepada kedua orangtuanya, yang intinya begini “Ingin menyelesaikan S2 dulu, agar bisa setara dengan calon suaminya”.

(Sorry kalau salah, aku lupa redaksi iklannya)

Ah.. intinya seperti itu deh.

Jadi, menikah itu..

Begini

(Apasih, yang jelas dong)

(maaf,maaf.. benerin kerudung dulu)

Jadiiiii… gengsss.. menikah itu adalah terucapnya ikrar janji suci yang terlaksana di prosesi akad.

Gituuu..

Bener gak?

Oiya, dalam buku tentang pernikahan yang sering ku baca, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda dan merupakan kabar gembira kepada kita yang masih jomblo.

“kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu. Sesungguhnya Allah akan memperbaiki akhlak mereka, meluaskan rezeki mereka, dan menambah keluhuran mereka”

Nah, bisa ditarik lagi tuh, tentang menikah itu apa. Menikah adalah terikatnya sepasang manusia yang diikat oleh akad.

Akad.. Apa sih itu akad?

Menurut ku, akad adalah sebuah ucapan sakral yang diucapkan oleh mempelai pria kepada ayah (wali) mempelai wanita untuk menghalalkan sebuah hubungan. Tahukah kalian, bahwa akad nikah itu disaksikan oleh malaikat dan didoakan pula oleh malaikat.

Sungguh, betapa mulianya menikah itu.

Oiya, biasanya nih, setelah akad, ada prosesi doa. Doa yang dibawakan oleh ustadz yang mungkin diundang untuk mendoakan atau bapak KUA juga bisa. Nah, biasanya nih, orang-orang selalu mengucapkan kepada kedua mempelai dengan doa yang tidak semestinya. Meskipun doa yang diucapkan mereka baik, namun tidak sesuai loh.

Nah loh, jadi gimana dongg.. kok ribet banget sih. Gak boleh doain orang sembarangan.

Nah, aku kasih contoh ya.

Yoga dan Rere menikah, kemudian Septi mendoakan seperti ini

“Yogaa, Rere… selamat ya, semoga bahagia dan banyak anak atau segera diberi momongan”

Nah, itu belum tepat yaa.. alias Makruh

Sebaiknya “semoga Allah memberkahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian”

Nah, ini tepat dan hukumnya Sunnah dan bahkan ada yang berpendapat bahwa mendoakan barakah sama halnya menyuruh shalat. Ternyata jika kita mendoakan barakah atau keberkahan, itu sudah termasuk paket komplit loh. Paket komplitnya adalah kita sudah termasuk mendoakan sakinah, mawaddah, wa rahmah bagi keluarga yang baru dibangun oleh pengantin baru itu. Kamu juga telah mendoakan mereka segera mendapatkan keturunan. Sungguh luar biasaaa..

Sepele kan? Tapi, yang namanya kesalahan harus diluruskan atau diperbaiki, dan yang sudah benar dipertahankan dan diamalkan.

Menikah, hanya tujuh huruf saja. Namun, banyak faedah apabila dilakukan dengan baik, tidak terburu-buru (tergesa-gesa). Menikah dengan niat untuk menjauhkan diri dari maksiat kepada Allah, sungguh sangat mulia niat itu.

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: